Bola Liar KOMPASTV - Kesepakatan Tarif Trump, Strategis atau Asimetris?
BismillahirRahmanirRahim
Presiden Donald Trump bersikeras mempertahankan kebijakan tarif resiprokal, meskipun telah dibatalkan Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dengan mencari landasan legal lain, Trump mengancam akan menjatuhkan tarif lebih tinggi, jika ada negara yang mundur atau mengubah kesepakatan. Bagaimana Indonesia harus bersikap? Apalagi, saat banyak kalangan menilai kesepakatan tarif dan komitmen perdagangan dengan Amerika Serikat timpang. Lebih banyak kewajiban untuk Indonesia, jauh lebih sedikit untuk Amerika Serikat. Dengan banyak klausul yang asimetris, apakah kesepakatan Indonesia dengan Amerika Serikat, bisa dipahami sebagai langkah strategis?
Simak pembahasannya dalam #BOLALiAR, episode “KESEPAKATAN TARiF TRUMP, STRATEGiS ATAU ASiMETRiS?”
Jumat, 27 Februari 2026 (3 Ramadhan 1447 Hijriyah) pukul 20.30 WiB, LiVE di KompasTV.
bersama host Mysister Silvilona Tarigan dan Narasumber:
Courtesy: KOMPASTV © 2026
#BOLALiAR #KOMPASTV #BOLALiARKOMPASTV #TarifTrump #DonaldTrump #TarifDagang
Kebijakan tarif Donald Trump dalam masa jabatan keduanya (2025-2026) dipandang secara berbeda tergantung sudut pandangnya, namun analisis terbaru menunjukkan bahwa kebijakan ini lebih cenderung bersifat asimetris bagi mitra dagang meskipun diklaim sebagai langkah strategis oleh pemerintah AS.
Berikut adalah rincian analisisnya:
Putusan Mahkamah Agung AS pada awal 2026 menjadi titik balik krusial bagi implementasi kesepakatan dagang tersebut.
Berikut adalah dampak spesifik putusan tersebut terhadap Kesepakatan Perdagangan Timbal Balik (ART) Indonesia-AS:
Berdasarkan perkembangan terbaru (Februari 2026), terdapat dua kategori besar produk Indonesia yang terdampak oleh kebijakan tarif Trump: produk yang mendapatkan pembebasan (Tarif 0%) melalui kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan produk yang tetap terkena tarif resiprokal/global (saat ini disesuaikan menjadi 15% - 19%).
Berikut adalah daftar rinciannya:
Catatan Penting: Meskipun tarif 0% untuk bahan mentah seperti kopi dan sawit menguntungkan eksportir, para ekonom memperingatkan bahwa hal ini dapat menghambat program hilirisasi Indonesia karena bahan baku lebih menguntungkan untuk langsung diekspor daripada diolah di dalam negeri.
Selamat menyaksikan tayangan #BolaLiar KompasTV.
Semoga diskusinya mencerahkan dan memberi perspektif baru tentang dinamika tarif Trump dan dampaknya bagi Indonesia terkait dengan "KESEPAKATAN TARiF TRUMP, STRATEGiS ATAU ASiMETRiS?" tersebut. ✨🌙
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Presiden Donald Trump bersikeras mempertahankan kebijakan tarif resiprokal, meskipun telah dibatalkan Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dengan mencari landasan legal lain, Trump mengancam akan menjatuhkan tarif lebih tinggi, jika ada negara yang mundur atau mengubah kesepakatan. Bagaimana Indonesia harus bersikap? Apalagi, saat banyak kalangan menilai kesepakatan tarif dan komitmen perdagangan dengan Amerika Serikat timpang. Lebih banyak kewajiban untuk Indonesia, jauh lebih sedikit untuk Amerika Serikat. Dengan banyak klausul yang asimetris, apakah kesepakatan Indonesia dengan Amerika Serikat, bisa dipahami sebagai langkah strategis?
Simak pembahasannya dalam #BOLALiAR, episode “KESEPAKATAN TARiF TRUMP, STRATEGiS ATAU ASiMETRiS?”
Jumat, 27 Februari 2026 (3 Ramadhan 1447 Hijriyah) pukul 20.30 WiB, LiVE di KompasTV.
bersama host Mysister Silvilona Tarigan dan Narasumber:
- Agung Baskoro (Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis)
- Ahmad Heri Firdaus (Ekonom iNDEF)
- Ahmad Khoirul Umam (Kepala Badan Riset & Inovasi Strategis Partai DEMOKRAT)
- Connie Rahakundini Bakrie (Guru Besar Hubungan International St. Petersburg State)
- Ikrar Nusa Bhakti (Duta Besar Ri Untuk Tunisia 2017-2021)
- Muhammad Putra Hutama (Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden)
- Pahala Mansury (WAKETUM KADiN BiD. Perdagangan & Perjanjian Internasional)
- Pratama Dahlian Persadha (Chairman CiSSREC)
Courtesy: KOMPASTV © 2026
#BOLALiAR #KOMPASTV #BOLALiARKOMPASTV #TarifTrump #DonaldTrump #TarifDagang
Download M4A Audio xHE-AAC
- File Name: 20260227_BolaLiar - #Kesepakatan Tarif Trump, Strategis atau Asimetris xHE-AAC.KOMPASTV-HD.m4a
- File Info:26.6 MiB, M4A-Audio, 1 Hour(s) 9 min 37 sec, Exhale 1.2.2-c33cf75b, USAC, xHE-AAC.eSBR+Preset #b, 53.3 kb/s, Variable, 2 channels, 48.0 KHz
- Source: SOGO Royal DVBT2 (32MB) Devices
MPEG-TS, AVC, High@L4, 3600 kb/s, 1920x1080 pixels, 25.000 FPS, 8 bits
MPEG, Version 1, Layer 2, Constant, 128 kb/s, 2 channels, 48.0 kHz, Delay -275 ms - Download Link: [https://1024terabox.com/s/17HCHGT9ByVwbbYcQqZd0Xw]
Google Ai (Mode) Overview
Kebijakan tarif Donald Trump dalam masa jabatan keduanya (2025-2026) dipandang secara berbeda tergantung sudut pandangnya, namun analisis terbaru menunjukkan bahwa kebijakan ini lebih cenderung bersifat asimetris bagi mitra dagang meskipun diklaim sebagai langkah strategis oleh pemerintah AS.
Berikut adalah rincian analisisnya:
- Sisi Strategis (Perspektif Amerika Serikat)
Pemerintahan Trump membingkai tarif ini sebagai alat strategis untuk:- Menyeimbangkan Neraca Perdagangan: Menghapus defisit bilateral dengan menerapkan "Tarif Resiprokal" yang dihitung berdasarkan tingkat ketimpangan perdagangan dengan masing-masing negara.
- Kedaulatan Ekonomi: Menekan perusahaan global untuk memindahkan produksi kembali ke Amerika Serikat (reshoring) dan menghidupkan kembali sektor manufaktur domestik.
- Leverage Negosiasi: Menggunakan ancaman tarif tinggi sebagai daya tawar untuk memaksa mitra dagang membuka pasar mereka bagi produk AS atau membatasi ekspor tertentu (seperti pembatasan ekspor tanah jarang oleh China).
- Sisi Asimetris (Perspektif Mitra Dagang & Ekonom)
Banyak pihak menilai kesepakatan ini asimetris karena ketidakseimbangan beban dan manfaat:- Konsesi yang Tidak Setara: Sebagai contoh, dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Indonesia, AS menghapus tarif pada 1.819 produk tertentu, namun sebagai imbalannya, Indonesia harus membuka hampir 99% pos tarifnya untuk barang AS dengan bea masuk 0%.
- Beban Ekonomi di Pihak Eksportir: Tarif rata-rata yang mencapai 19% (bagi Indonesia) atau lebih tinggi bagi negara lain dinilai merugikan karena menurunkan daya saing produk di pasar AS, sementara biaya tambahan seringkali dibebankan kepada konsumen AS atau memotong margin keuntungan eksportir.
- Ketidakpastian Hukum: Keputusan Mahkamah Agung AS pada Februari 2026 yang membatalkan tarif global tertentu karena melampaui kewenangan presiden menciptakan ketidakpastian hukum yang asimetris; importir AS mungkin mendapatkan pengembalian pajak, tetapi eksportir asing yang kehilangan pesanan tidak mendapat kompensasi.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Tarif Terbaru | Sejak keputusan Mahkamah Agung, Trump menetapkan tarif global baru sebesar 10% (yang rencananya akan naik menjadi 15%) menggunakan otoritas hukum berbeda. |
| Dampak Global | Memaksa negara-negara seperti Inggris, Uni Emirat Arab, dan anggota ASEAN untuk meninjau kembali perjanjian dagang mereka yang dinilai terlalu berisiko dan tidak setara. |
| Efektivitas | Meski diklaim strategis, defisit perdagangan AS pada 2025 tetap tinggi ($901,5 miliar), menunjukkan bahwa tarif belum tentu efektif memperbaiki ketimpangan perdagangan secara cepat. |
Here are top 14 websites results for exploring this topic:
- Trump's push to Make America Great Again is falling apart
25 Feb 2026 — “Raw power is not leverage. Leverage arises from asymmetric dependencies – the capacity to impose costs without incurring proporti...
The Telegraph - US Supreme Court blocks Trump tariffs – but the trade war ...
24 Feb 2026 — International legal certainty has also eroded. International law rests on the principle that agreements must be honoured, even ...
ODi: Think change - What tariffs has Trump introduced and why? - BBC
25 Feb 2026 — Getty Images. US President Donald Trump has introduced a new 10% global tariff rate after the Supreme Court ruled that the majorit...
BBC - Tarif Trump 19% Indonesia Berlaku, Siapa yang Rugi dan Untung
15 Aug 2025 — (15/08/2025), Tarif Impor Ri ke AS sebesar 19% pada dasarnya merugikan kedua negara, sebab konsumen di AS harus membayar harga ...
BCA.co.id - THE TRUMP POLiCY VS. GLOBAL TRADE TRANSFORMATiON
ABSTRACT. Donald Trump's second term, starting in 2025, has intensified U.S. trade policy with tariffs on over 70% of goods import...
Neliti - Trump Tariff Tracker: Latest Rates on Countries and Products
26 Feb 2026 — Imports around the world are now subject to a new slate of tariffs as President Trump looks to reprise his punishing trade war in ...
The New York Times - TRADE AND iNDUSTRY BRiEF
20 Feb 2026 — Tarif resiprokal Trump diterapkan dari asumsi mitra dagang AS menerapkan kebijakan perdagangan yang tidak adil bagi AS sehingga ...
lpem.org - president's 2025 trade policy agenda | ustrthe
3 Mar 2025 — Changing this alarming trajectory requires a trade policy that is strategically coordinated to achieve three things: an increase ...
ustr.gov - US Tariffs: What’s the Impact? | J.P. Morgan Global Research
25 Feb 2026 — October 29: The US and China reach a temporary trade truce. Following the meeting between U.S. President Trump and China's Preside...
J.P. Morgan - Trump says affordability crisis is over. Voters and data disagree
27 Feb 2026 — But some experts say the affordability problem is bigger – a knot of difficult issues including soaring utility bills, rising heal...
The Guardian - The Supreme Court has curbed Trump's ability to bully his ...
24 Feb 2026 — Trump's two mandates took a more direct approach: taxing imported goods. The first term was haphazard, and tariff wars with China ...
The Conversation - Beyond Tariffs: Indonesia's Uneven Pact with Washington
27 Feb 2026 — Jakarta. Indonesia's Agreement on Reciprocal Tariff (ART) with the United States is increasingly seen by economists as a structura...
Jakarta Globe - Tarif Hari Pembebasan - Wikipedia
Translated — Perhitungan rumus Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) di bawah pemerintahan Trump menjelaskan bahwa tarif tersebut ...
Wikipedia - U.S. International Trade in Goods and Services, December and Annual 2025
19 Feb 2026 — For 2025, the goods and services deficit was $901.5 billion, down $2.1 billion from $903.5 billion in 2024. Exports were $3,432.3 ...
U.S. Bureau of Economic Analysis (BEA) (.gov)
Putusan Mahkamah Agung AS pada awal 2026 menjadi titik balik krusial bagi implementasi kesepakatan dagang tersebut.
Berikut adalah dampak spesifik putusan tersebut terhadap Kesepakatan Perdagangan Timbal Balik (ART) Indonesia-AS:
- Pembatalan Tarif Unilateral: Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif global Trump sebelumnya karena dianggap melampaui kewenangan eksekutif tanpa persetujuan Kongres. Ini berarti Pajak Resiprokal yang sempat dibebankan pada produk unggulan Indonesia (seperti alas kaki dan tekstil) harus dihentikan sementara atau direvisi dasarnya.
- Ketidakpastian bagi Eksportir: Meskipun tarif dibatalkan, eksportir Indonesia menghadapi ketidakpastian tinggi. Pemerintah AS kini mencoba menggunakan otoritas hukum baru untuk menetapkan tarif 10%, yang berarti pelaku usaha di Indonesia harus terus menyesuaikan margin harga di tengah aturan yang berubah-ubah.
- Posisi Tawar Indonesia: Dengan adanya putusan hukum ini, Indonesia memiliki celah untuk negosiasi ulang. Indonesia dapat menuntut akses pasar yang lebih adil tanpa harus membuka 99% pos tarifnya secara prematur, mengingat dasar hukum tarif AS yang agresif sedang digugat secara domestik.
- Potensi Restitusi: Importir produk Indonesia di AS yang telah membayar tarif tinggi selama periode 2025 kini sedang meninjau kemungkinan pengajuan pengembalian dana (refund), yang secara tidak langsung dapat memulihkan volume pesanan ke pabrik-pabrik di Indonesia.
Berdasarkan perkembangan terbaru (Februari 2026), terdapat dua kategori besar produk Indonesia yang terdampak oleh kebijakan tarif Trump: produk yang mendapatkan pembebasan (Tarif 0%) melalui kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan produk yang tetap terkena tarif resiprokal/global (saat ini disesuaikan menjadi 15% - 19%).
Berikut adalah daftar rinciannya:
- Produk Utama dengan Tarif 0% (Bebas Bea Masuk)
Melalui kesepakatan ART yang ditandatangani pada 19 Februari 2026, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan akses tarif 0% di pasar AS. Komoditas unggulannya meliputi:- Sektor Pertanian & Perkebunan: Minyak sawit (CPO), kopi, kakao (cokelat), karet, dan berbagai jenis rempah-rempah.
- Sektor Manufaktur: Komponen elektronik (termasuk semikonduktor) dan komponen pesawat terbang (aircraft components).
- Sektor Tekstil: Pakaian jadi dan produk tekstil tertentu mendapatkan tarif 0% melalui mekanisme kuota khusus (Tariff Rate Quota / TRQ).
- Produk yang Terdampak Tarif Tinggi (15% - 19%)
Produk yang tidak termasuk dalam daftar pengecualian di atas tetap dikenakan tarif resiprokal. Awalnya, tarif ini direncanakan sebesar 32%, namun melalui negosiasi ART turun menjadi 19%. Setelah putusan Mahkamah Agung AS, tarif global terbaru yang diumumkan adalah 15%. Sektor yang paling rentan meliputi:- Alas Kaki & Sepatu: Merupakan salah satu ekspor terbesar yang margin keuntungannya sangat sensitif terhadap perubahan tarif.
- Furnitur & Kerajinan: Sektor padat karya ini sempat tertekan tarif tinggi sebelum adanya penyesuaian terbaru.
- Produk Perikanan: Terutama ekspor udang dan produk laut lainnya yang menjadi andalan devisa dari sektor kelautan.
| Status Produk | Tarif Berlaku | Contoh Produk |
|---|---|---|
| Unggulan ART | 0% | Sawit, Kopi, Kakao, Semikonduktor, Komponen Pesawat |
| Tekstil (Kuota) | 0% (dalam kuota) | Pakaian jadi dengan bahan baku tertentu |
| Produk Umum | 15% - 19% | Sepatu, Furnitur, Udang, Alat Olahraga |
Here are top 16 websites results for exploring this topic:
- Indonesia, US Reach Agreement on Reciprocal Trade ...
23 Feb 2026 — The Governments of Indonesia and the United States have reached an agreement to reduce tariffs to zero percent on a number of Indo...
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia - Indonesia and United States Agree on Reciprocal Trade ...
25 Feb 2026 — Under this agreement, a total of 1,819 Indonesian tariff lines will receive zero-percent tariff treatment in the United States ...
Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia - Indonesia evaluates energy commodity deals after US Court ruling
27 Feb 2026 — "The agreement for energy imports from the US in the Agreement on Reciprocal Trade (ART) is stated to be worth US$15 billion. Mean...
ANTARA News - Airlangga Says US Tariff on Indonesian Exports Now at 15 Percent
27 Feb 2026 — Reporter. Ilona Estherina. February 27, 2026 | 05:43 pm. TEMPO.CO, Jakarta - Coordinating Minister for Economic Affairs Airlangga ...
Tempo.co - Airlangga Beberkan Daftar Produk Ekspor Indonesia yang ...
3 Apr 2025 — Tarif AS 32 persen berdampak pada ekspor Ri antara lain adalah elektronik, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, palm oil, karet,
iDX Channel - Tarif Trump, Ekspor Perikanan Indonesia Bakal Suram?
Kelautan dan perikanan bakal jadi salah satu sektor paling terdampak kebijakan tarif resiprokal 32% oleh Presiden Amerika Serikat,
Mongabay.co.id - AS resmi kenakan tarif resiprokal rata-rata 19% untuk produk ...
22 Feb 2026 — TARiF RESiPROKAL iNDONESiA-AS 19 PERSEN BERLAKU DALAM 90 HARi. Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat ...
Instagram - Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal with ...
20 Feb 2026 — The United States will maintain a 19% reciprocal tariff rate for imports from Indonesia, except for certain identified products ...
U.S. Embassy & Consulates in Indonesia (.gov) - #Ri-US trade pack marks new chapter in relations - ANTARA News
21 Feb 2026 — Executive director of the Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, reminded the government of the importan...
ANTARA News - Ekspor Industri Manufaktur Indonesia Bisa Tertekan Tarif 32 ...
12 Jan 2026 — presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 32% untuk produk Indonesia yang akan berlaku mulai 1 Agust...
YouTube·CNBC Indonesia - Govt explains various matters regarding tariff agreement with US
22 Feb 2026 — On 19 February 2026, the Presidents of Indonesia and the US signed the ART Agreement, which sets the reciprocal tariff rates and ...
iDNFinancials - Daftar 10 Komoditas Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat - Market - Page 2
1 Aug 2025 — Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), 10 besar komoditas ekspor dari Indonesia ke negara tujuan AS antara lain: ...
Bloomberg Technoz - World Uncertainty Due to Trump - Kompas.id
23 Feb 2026 — The world is increasingly finding it difficult to predict what will happen in the future. This new uncertainty is caused by change...
Kompas.id - Indonesia–AS Sepakati Perjanjian Dagang Resiprokal, Tarif Ekspor ...
20 Feb 2026 — Perjanjian dagang resiprokal adalah kesepakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) untuk menyesuaikan tarif bea masuk secar...
pajakku.com - Efek Tarif Trump, Tekstil Garmen Indonesia Kena Tarif 47 ...
19 Apr 2025 — Efek Tarif Trump, Tekstil Garmen Indonesia Kena Tarif 47 Persen - YouTube. This content isn't available. Amerika Serikat mengenaka...
YouTube·Kompascom Reporter on Location - Dampak Putusan MA AS: Ri Genjot Negosiasi Demi Tarif ...
23 Feb 2026 — Dampak Putusan MA AS: Ri Genjot Negosiasi Demi Tarif 0% Produk Unggulan.
kontan.co.id
Selamat menyaksikan tayangan #BolaLiar KompasTV.
Semoga diskusinya mencerahkan dan memberi perspektif baru tentang dinamika tarif Trump dan dampaknya bagi Indonesia terkait dengan "KESEPAKATAN TARiF TRUMP, STRATEGiS ATAU ASiMETRiS?" tersebut. ✨🌙
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Related Articles:
- BusinessTalk KOMPASTV - Tarif Trump Dibatalkan MA, Ri Nego Ulang atau Batalkan?
- Top Economy METROTV - Setelah MA AS Batalkan Tarif Trump
- Bola Liar KOMPASTV - Israel Gabung BOP Trump, Indonesia Tetap Kirim TNi Ke Gaza?
- Bola Liar KOMPASTV - Gabung Board of Peace Trump, Prabowo Masih Pro-Palestina?
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...