TopIssue METROTV - Jurnalisme Empati Di Tengah Tantangan Ai
BismillahirRahmanirRahim
Gelombang kecerdasan artifisial kian masif menyentuh ruang redaksi. Ai mampu mempercepat produksi berita, merangkum data, hingga menyusun naskah dalam hitungan detik. Namun di balik kemudahan itu, jurnalisme dihadapkan pada ujian mendasar: bagaimana menjaga empati, verifikasi, dan integritas di tengah derasnya otomatisasi. Akankah Ai menjadi alat bantu yang memperkuat kualitas liputan, atau justru mengikis sisi kemanusiaan jurnalisme? Dan sejauh mana insan pers mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nurani?
Saksikan pembahasaannya lengkapnya dalam #TOPiSSUE
dengan tema "JURNALiSME EMPATi Di TENGAH TANTANGAN Ai"
Edisi Senin, 16 Februari 2026 (29 Sya'ban 1447 Hijriyah) LiVE pukul 21.05 hanya di Metro TV
Bersama Host by Fitri Megantara dan Narasumber:
Courtesy: MetrotvNews || MEDiA GROUP © 2026
#TopIssue #MetroTV #TopIssueMetroTV #TrendingTopic #Artificial #Intelligence #ArtificialIntelligence #Ai #Jurnalisme #MetroTV
Jurnalisme empati kini menjadi pilar krusial di tengah gempuran Artificial Intelligence (Ai) karena teknologi tersebut mampu memproses data dengan cepat, namun tidak memiliki nurani dan pengalaman hidup manusia.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai relevansi dan tantangan jurnalisme empati di era Ai per Februari 2026:
edisi Senin, 16 Februari 2026 adalah "JURNALiSME EMPATi Di TENGAH TANTANGAN Ai".
Dipandu oleh host Fitri Megantara, program ini disiarkan secara langsung mulai pukul 21.05 WiB. Pembahasan malam ini memiliki kaitan erat dengan rangkaian acara Journalist Day 2026 Media Group yang mengusung tema besar "Unity with Empathy".
Berikut adalah poin-poin keterkaitan antara tema tersebut dengan dinamika jurnalistik saat ini:
Saksikan pembahasan lengkapnya secara langsung melalui Live Streaming Metro TV.
Kesimpulan: Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Masa depan profesi ini bergantung pada kemampuan jurnalis untuk tetap merawat nurani dan empati di tengah derasnya arus teknologi.
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Gelombang kecerdasan artifisial kian masif menyentuh ruang redaksi. Ai mampu mempercepat produksi berita, merangkum data, hingga menyusun naskah dalam hitungan detik. Namun di balik kemudahan itu, jurnalisme dihadapkan pada ujian mendasar: bagaimana menjaga empati, verifikasi, dan integritas di tengah derasnya otomatisasi. Akankah Ai menjadi alat bantu yang memperkuat kualitas liputan, atau justru mengikis sisi kemanusiaan jurnalisme? Dan sejauh mana insan pers mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nurani?
Saksikan pembahasaannya lengkapnya dalam #TOPiSSUE
dengan tema "JURNALiSME EMPATi Di TENGAH TANTANGAN Ai"
Edisi Senin, 16 Februari 2026 (29 Sya'ban 1447 Hijriyah) LiVE pukul 21.05 hanya di Metro TV
Bersama Host by Fitri Megantara dan Narasumber:
- Muhammad Nurdiansyah (Pakar Crwaling Media)
- Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan PERS)
Courtesy: MetrotvNews || MEDiA GROUP © 2026
#TopIssue #MetroTV #TopIssueMetroTV #TrendingTopic #Artificial #Intelligence #ArtificialIntelligence #Ai #Jurnalisme #MetroTV
Google Ai (Mode) Overview
Jurnalisme empati kini menjadi pilar krusial di tengah gempuran Artificial Intelligence (Ai) karena teknologi tersebut mampu memproses data dengan cepat, namun tidak memiliki nurani dan pengalaman hidup manusia.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai relevansi dan tantangan jurnalisme empati di era Ai per Februari 2026:
- Empati sebagai Benteng Terakhir
Ai dapat mengotomatisasi penulisan laporan rutin seperti skor olahraga atau laporan keuangan. Namun, Ai tidak dapat merasakan emosi atau memahami penderitaan narasumber. Jurnalisme empati tetap tak tergantikan dalam:- Melaporkan momen krisis: Memberitakan orang-orang yang berada di titik terendah hidupnya dengan sensitivitas moral.
- Investigasi kompleks: Menyusun cerita mendalam yang memerlukan intuisi dan pemahaman nuansa manusiawi yang tidak bisa ditiru algoritma.
- Membangun kepercayaan: Publik cenderung lebih percaya pada konten yang dibuat sepenuhnya oleh manusia (62%) dibandingkan konten yang sepenuhnya dihasilkan Ai (12%).
- Tantangan Utama Jurnalisme di Era Ai
- Risiko Halusinasi & Kehilangan Kedalaman: Mengejar kecepatan melalui Ai berisiko melahirkan berita yang tidak akurat (halusinasi) dan kehilangan sentuhan kemanusiaan.
- Disrupsi Ekonomi Media: Fenomena "zero-click" di mana publik hanya membaca ringkasan Ai tanpa mengunjungi sumber asli mengancam keberlanjutan ekonomi media massa.
- Masalah Etika & Transparansi: Penggunaan Ai tanpa pengawasan manusia yang ketat dapat mengaburkan akuntabilitas dan merusak integritas redaksi.
- Sinergi antara Teknologi dan Kemanusiaan
Menurut Dewan Pers, Ai harus diposisikan sebagai alat bantu efisiensi (seperti transkripsi otomatis atau pengolahan data), bukan pengganti peran jurnalis. Dengan membiarkan Ai menangani tugas rutin, jurnalis memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada narasi berbasis kemanusiaan yang lebih mendalam.
edisi Senin, 16 Februari 2026 adalah "JURNALiSME EMPATi Di TENGAH TANTANGAN Ai".
Dipandu oleh host Fitri Megantara, program ini disiarkan secara langsung mulai pukul 21.05 WiB. Pembahasan malam ini memiliki kaitan erat dengan rangkaian acara Journalist Day 2026 Media Group yang mengusung tema besar "Unity with Empathy".
Berikut adalah poin-poin keterkaitan antara tema tersebut dengan dinamika jurnalistik saat ini:
- Menjaga Nurani di Era Algoritma: Diskusi ini menyoroti bagaimana jurnalis harus tetap menjaga "rasa" dan empati agar profesi jurnalisme tetap abadi dan tidak sekadar digantikan oleh kecerdasan buatan (Ai) yang hanya berbasis data.
- Transparansi dan Etika: Menyoroti tantangan bagi ruang redaksi dalam menggunakan fitur Ai tanpa kehilangan kepercayaan publik, terutama terkait transparansi antara konten buatan mesin dan karya manusia.
- Refleksi Industri Media: Menjadi momentum bagi insan pers untuk tetap relevan dengan dinamika sosial di sekitar dan memastikan berita yang disampaikan tetap mengandung pemaknaan serta manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar sensasi.
Saksikan pembahasan lengkapnya secara langsung melalui Live Streaming Metro TV.
Kesimpulan: Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Masa depan profesi ini bergantung pada kemampuan jurnalis untuk tetap merawat nurani dan empati di tengah derasnya arus teknologi.
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Download M4A Audio xHE-AAC
-
#COMiNG SOON AS POSSiBLE...
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...