CHi iNEWS - Celakalah Bagi Penyebar Fitnah & Su'uzan
BismillahirRahmanirRahim
Sajian Religi Bernuansa Islami Yang Ditayangkan Di
iNews Setiap Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WiB.
Saksikan
CAHAYA HATi iNDONESiA Edisi Sabtu, 7 Februari 2026 (19 Sya'ban Hijriyah)
dengan tema
"CELAKALAH BAGi PENYEBAR FiTNAH & SU'UZAN" hanya di @OfficialiNewsTV!
bersama
Host Ustadz Abdul Kaafi (
@abdulkaafi_07) dan
Narasumber (Penceramah):
- Ustadz Tian Kamaludin - Penceramah (@tiankamaludin)
- Ustadz Munawir Ngacir - Penceramah (@munawirngacir_)
Tempat: Masjid Nurul Falah - Kota Bekasi
Watch Streamed at
@OfficialiNewsTV!
Courtesy: iNews Media Group || MNC GROUP © 2026
#inews #MNCGROUP #inewsmediagroup #cahayahatiindonesia #islam
Google Ai (Mode) Overview
[Show]
The "Cahaya Hati Indonesia" study on Saturday, February 7, 2026, with the theme "Woe to the Spreaders of Slander & Suspicion," highlighted the dangers of the tongue and heart, emphasizing that slander (spreading false news) and su'uzan (bad prejudice) are heart diseases that damage Islamic brotherhood and erase good deeds. The study explained that slanderers will receive humiliation in this world and painful torment in the hereafter, citing evidence from the Al-Qur'an, and stressed the importance of clarification (tabayyun) before believing or spreading information to avoid unintentional slander.
Dalam pandangan Islam, fitnah dan su'uzan (prasangka buruk) merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya karena dapat menghancurkan kehormatan seseorang dan merusak tatanan sosial masyarakat.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai bahaya dan hukumnya:
- Dosa yang Lebih Besar dari Pembunuhan: Al-Qur'an menegaskan bahwa fitnah memiliki dampak kerusakan yang lebih luas daripada kekerasan fisik atau pembunuhan (QS. Al-Baqarah: 191).
- Larangan Prasangka Buruk (Su'uzan): Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk menjauhi prasangka karena sebagian darinya adalah dosa (QS. Al-Hujurat: 12). Su'uzan sering kali menjadi pintu pembuka bagi perbuatan tercela lainnya seperti mencari kesalahan orang lain (tajassus) dan menggunjing (ghibah).
- Ancaman Azab Neraka: Penyebar fitnah yang tidak bertaubat diancam dengan azab Jahanam yang membakar (QS. Al-Buruj: 10). Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang yang suka menyebar fitnah (namimah) tidak akan masuk surga.
- Erosi Amal Kebaikan: Perilaku ini dapat menghapus pahala amal ibadah seseorang karena ia memindahkan "modal" kebaikannya kepada orang yang dizalimi di akhirat kelak.
- Kewajiban Klarifikasi (Tabayyun): Untuk memutus rantai fitnah, umat Islam diwajibkan melakukan verifikasi atas setiap informasi yang diterima agar tidak mencelakai orang lain karena ketidaktahuan.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk bertaubat dari fitnah serta cara menerapkan prinsip tabayyun (klarifikasi) sesuai panduan syariat:
- Cara Bertaubat dari Dosa Fitnah & Su’uzan
Karena fitnah berkaitan dengan hak sesama manusia (haqqun adami), taubatnya tidak cukup hanya kepada Allah, melainkan melibatkan orang yang dizalimi:
- Menyesal dan Berhenti: Mengakui kesalahan di hadapan Allah dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut.
- Memohon Maaf Langsung: Jika memungkinkan, temui orang yang difitnah untuk meminta maaf secara tulus.
- Membersihkan Nama Baik Korban: Jika fitnah sudah tersebar, pelaku wajib mengklarifikasi kepada orang-orang yang mendengar fitnah tersebut bahwa informasi sebelumnya adalah bohong (Konsultasi Syariah).
- Mendoakan Korban: Jika korban sudah meninggal atau tidak ditemukan, perbanyaklah memohonkan ampunan (istighfar) untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.
- Etika Tabayyun (Klarifikasi) yang Benar
Agar tidak terjerumus dalam penyebaran berita bohong, Islam mengajarkan langkah verifikasi berdasarkan Surat Al-Hujurat ayat 6:
- Jangan Tergesa-gesa: Saat menerima informasi yang mengejutkan atau buruk tentang seseorang, tahan diri untuk tidak langsung bereaksi atau membagikannya (share).
- Cek Sumber Berita: Periksa apakah pembawa berita tersebut orang yang tepercaya atau justru orang yang gemar mengadu domba (fasik).
- Konfirmasi ke Objek Berita: Tanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan mengenai kebenaran informasi tersebut secara adab.
- Prasangka Baik (Husnuzan): Jika informasi belum terbukti, tetaplah mengedepankan prasangka baik bahwa informasi tersebut mungkin salah atau salah paham (UiN Alauddin).
- Diam Jika Ragu: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
Berikut adalah panduan praktis mengenai doa perlindungan serta cara bijak menghadapi fitnah agar hati tetap tenang:
- Doa Agar Terhindar dari Fitnah
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa untuk melindungi diri dari berbagai jenis fitnah (ujian/tuduhan), salah satu yang paling utama dibaca saat tasyahud akhir adalah:
"Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari buruknya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (Hadits Riwayat Muslim).
Anda juga bisa mengamalkan doa agar dijauhkan dari prasangka buruk dan lisan yang tajam dengan memohon hati yang bersih (qolbun salim).
- Cara Menghadapi Orang yang Memfitnah Kita
Menghadapi fitnah membutuhkan kesabaran ekstra agar kita tidak terjatuh ke lubang dosa yang sama:
- Sabar dan Tidak Membalas: Jangan membalas fitnah dengan fitnah serupa. Allah menjanjikan pertolongan bagi orang yang dizalimi (QS. Al-Hajj: 60).
- Fokus Memperbaiki Diri: Jadikan fitnah sebagai sarana penggugur dosa. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa orang yang memfitnah sebenarnya sedang "menghadiahkan" pahalanya kepada kita.
- Berikan Klarifikasi Secukupnya: Jika fitnah tersebut berdampak luas pada kehormatan atau pekerjaan, lakukan klarifikasi dengan tenang dan jujur tanpa harus penuh amarah.
- Maafkan untuk Ketenangan Hati: Memaafkan bukan berarti membenarkan perilakunya, tetapi membebaskan diri kita dari beban benci yang berkepanjangan.
- Serahkan kepada Allah: Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pembalas tipu daya. "Cukuplah Allah bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung" (QS. Ali 'Imran: 173).
Google Ai (Mode) can make mistakes, so
double-check responses.
Download M4A Audio xHE-AAC
- File Name : 20260207_CHi_#Celakalah Bagi Penyebar Fitnah & Su'uzan xHE-AAC.iNEWS-HD.m4a
- File Info : 22.6 MiB, M4A-Audio, 1 h 01 min 38 s, Exhale 1.2.1.2, USAC, xHE-AAC.eSBR+Preset #b, 51.0 kb/s, Variable, 2 channels, 48.0 KHz
- Source : SOGO Royal DVBT2 (32MB) Devices
MPEG-TS, AVC, High@L4, 3677 kb/s, 1920x1080 pixels, 25.000 FPS, 8 bits
MPEG, Version 1, Layer 2, Constant, 256 kb/s, 2 channels, 48.0 kHz, Delay -736 ms
- Download Link : [https://mega.nz/file/KtlV0SyB#0rtKDKfCLXsAB0BFNug2ZNvfhGDQFQYkuY_PVBPLFrw]
Related Articles:
[Show]
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...