CHi iNEWS - Bahaya Kesibukan Duniawi Yang Berlebihan

CHi iNEWS - Bahaya Kesibukan Duniawi Yang Berlebihan
BismillahirRahmanirRahim

Google Ai (Mode) Overview


Program Cahaya Hati Indonesia di iNews pada hari Minggu, 22 Februari 2026, yang bertepatan dengan masa menyambut awal Ramadan 1447 H, detail acara sebagai berikut:
  • Pemandu Acara: David Chalik.
  • Penceramah: Ustadzah Lulung Mumtaza (Ustadzah Lulung Manis), Ustadz Hilmi Firdausi.
  • Lokasi Acara: Disiarkan secara langsung (LiVE) dari Masjid Al-Azhom, Kota Tangerang.
  • Waktu Tayang: Pukul 12.30 WiB di iNews.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Cahaya Hati Spesial Ramadan yang fokus pada asupan kebaikan dan persiapan hati di bulan suci.

Poin utama dari tema "Bahaya Kesibukan Duniawi Yang Berlebihan" dalam program Cahaya Hati Indonesia iNews (Minggu, 22 Februari 2026) menekankan pada beberapa peringatan spiritual berikut:
  • Lalai dari Tujuan Utama: Terlalu fokus mengejar materi seringkali membuat seseorang lupa bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara (senda gurau dan permainan).
  • Penyakit Wahn: Pembahasan mengenai bahaya cinta dunia yang berlebihan (hubbud dunya) dan takut mati, yang dapat melemahkan iman dan karakter seorang Muslim.
  • Kehilangan Keberkahan Waktu: Bagaimana kesibukan yang tidak terkontrol menjauhkan interaksi berkualitas dengan keluarga dan memangkas waktu ibadah wajib maupun sunnah.
  • Solusi Zuhud Modern: Para ustadz memberikan tips untuk tetap produktif bekerja namun menjaga hati agar tidak "terikat" pada harta, sehingga dunia berada di tangan, bukan di hati.
Dalam pandangan Islam "Bahaya Kesibukan Duniawi yang Berlebihan" (Al-Inhimak fi al-Dunya) merujuk pada kondisi di mana seseorang menjadikan dunia sebagai tujuan akhir (ghayah), bukan sekadar sarana (wasilah).
Berikut adalah poin-poin bahayanya menurut tinjauan syariat:
  1. Mematikan Kepekaan Hati (Qaswatul Qalb)
    Terlalu sibuk mengejar materi membuat hati menjadi keras. Rasulullah SAW memperingatkan tentang penyakit Wahn, yaitu "Cinta dunia dan takut mati" (HR. Abu Dawud). Hati yang penuh dengan urusan duniawi akan sulit menerima nasihat agama dan kehilangan kekhusyukan dalam ibadah.
  2. Terjebak dalam "Istidraj"
    Banyak orang merasa kesibukannya membuahkan hasil (harta melimpah) meski ia meninggalkan salat. Dalam Islam, ini disebut Istidraj—kenikmatan dunia yang diberikan Allah kepada orang yang bermaksiat agar mereka semakin lalai dan tersesat jauh sebelum akhirnya diazab (QS. Al-An'am: 44).
  3. Mengundang Kegelisahan yang Tak Berujung
    Islam mengajarkan bahwa siapa yang menjadikan dunia sebagai obsesi utamanya, maka Allah akan:
    • Mencerai-beraikan urusannya.
    • Menjadikan kemiskinan selalu ada di pelupuk matanya.
    • Dunia tidak akan datang kepadanya kecuali yang telah ditetapkan saja (HR. Tirmidzi).
  4. Melalaikan Kewajiban Sosial dan Keluarga
    Kesibukan yang berlebihan sering kali mencuri hak-hak orang lain, seperti waktu untuk mendidik anak atau berbakti kepada orang tua. Al-Qur'an mengingatkan agar harta dan anak-anak tidak melalaikan seseorang dari mengingat Allah (QS. Al-Munafiqun: 9).
  5. Penyesalan di Akhirat
    Dunia disifatkan sebagai "kesenangan yang menipu" (QS. Al-Hadid: 20). Orang yang hanya sibuk menumpuk harta tanpa investasi amal akan menghadapi perhitungan (hisab) yang berat dan penyesalan karena membawa tangan kosong ke alam barzakh.
Solusi yang ditawarkan:
Bukan berarti harus meninggalkan dunia, melainkan menerapkan prinsip "Dunia di tangan, Akhirat di hati". Artinya, bekerja keraslah seolah akan hidup selamanya, namun beribadahlah seolah akan mati esok hari.

Rujukan utama dari Al-Qur'an dan Hadits:
  1. Rujukan Al-Qur'an
    Ayat-ayat ini sering digunakan untuk mengingatkan bahwa dunia bersifat menipu jika dijadikan tujuan utama:
    • QS. Al-Hadid: 20
      "...Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
      Poin: Mengingatkan bahwa kemegahan, harta, dan anak cucu seringkali hanya menjadi ajang pamer yang melalaikan.
    • QS. At-Takasur: 1-2
      "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur."
      Poin: Peringatan keras bahwa persaingan mengejar kekayaan seringkali baru disadari kesalahannya saat maut menjemput.
    • QS. Al-A’la: 16-17
      "Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal."
  2. Rujukan Hadits Nabi SAW
    Hadits-hadits berikut memberikan panduan tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim memandang dunia:
    • Bahaya Penyakit Wahn:
      "Cinta dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud)
      Pesan: Kesibukan duniawi yang berlebihan menciptakan keterikatan hati yang membuat seseorang takut kehilangan fasilitas dunia dan lupa pada persiapan akhirat.
    • Perumpamaan Dunia dan Akhirat:
      "Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang dibawa jari tersebut?" (HR. Muslim)
      Pesan: Menunjukkan betapa kecil dan singkatnya dunia dibandingkan kekekalan akhirat.
    • Dunia di Tangan, Bukan di Hati:
      "Zuhudlah terhadap dunia, maka Allah akan mencintaimu..." (HR. Ibnu Majah)
      Pesan: Bukan berarti dilarang kaya, tapi jangan sampai kekayaan mengendalikan hati dan niat ibadah.
Tips Praktis Manajemen Waktu agar kerja dan ibadah tetap produktif, tidak terjebak dalam kesibukan yang merugi?
  1. Terapkan Prinsip "First Things First" (Salat di Awal Waktu)
    Jadikan waktu salat sebagai poros aktivitas, bukan sisa aktivitas. Jika Anda menjadwalkan pertemuan atau pekerjaan di sekitar waktu salat, maka ritme kerja akan lebih teratur dan keberkahan waktu akan lebih terasa.
    Aksi: Gunakan aplikasi pengingat salat dan segera berhenti saat azan berkumandang.
  2. Aturan 1/3 (Dunia, Ibadah, Istirahat)
    Bagi waktu 24 jam Anda secara proporsional. Kesibukan duniawi menjadi berbahaya jika mengambil jatah waktu ibadah atau waktu istirahat (yang merupakan hak tubuh).
    Aksi: Pastikan ada minimal 15-30 menit setelah Subuh atau sebelum tidur khusus untuk membaca Al-Qur'an atau berzikir tanpa gangguan gadget.
  3. Integrasi Zikir dalam Aktivitas (Multitasking Spiritual)
    Kesibukan tangan tidak harus menghentikan lisan dan hati untuk mengingat Allah. Anda bisa berzikir saat berkendara, menunggu antrean, atau saat mengerjakan tugas rutin.
    Aksi: Latih lisan untuk mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, atau Astaghfirullah di sela-sela kesibukan teknis.
  4. Evaluasi Niat (Tajdidun Niyat)
    Ubah setiap keringat menjadi pahala dengan memperbarui niat. Bekerja bukan sekadar menumpuk harta, tapi untuk menafkahi keluarga, sedekah, dan kemandirian umat.
    Aksi: Sebelum mulai bekerja, ucapkan "Bismillah, saya bekerja untuk mencari rida Allah dan menafkahi keluarga."
  5. Puasa Digital & Media Sosial
    Seringkali "kesibukan dunia" kita bukan pada pekerjaan, melainkan pada distraksi digital yang tidak bermanfaat. Ini adalah bentuk kesibukan yang paling menipu.
    Aksi: Batasi penggunaan media sosial yang tidak relevan dengan pekerjaan agar pikiran tidak lelah oleh urusan dunia orang lain.
  6. Rutinkan Sedekah di Tengah Kesibukan
    Sedekah adalah "rem" agar hati tidak terlalu terikat pada harta yang kita cari dengan susah payah.
    Aksi: Alokasikan debet otomatis atau sedekah subuh setiap hari agar harta yang dicari tetap bersih.
Kesimpulan Diskusi: Menekankan bahwa bekerja adalah ibadah, namun akan menjadi bahaya jika:
  • Menunda-nunda waktu salat.
  • Mengabaikan hak keluarga (istri dan anak).
  • Memperoleh harta dengan cara yang tidak halal karena ambisi yang tidak terkendali.
Tayangan ini bisa Anda saksikan kembali melalui platform streaming kanal YouTube resmi iNews.

Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.


Watch Streamed at @OfficialiNewsTV!


Courtesy: iNews Media Group || MNC GROUP © 2026
#iNEWS #MNCGROUP #iNEWSMediagroup #CahayaHatiIndonesia #CHiSpesialRamadhan #CHiiNEWS

Related Articles: [Show]





Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)

Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron


Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
wp-thanks



Comments

Popular posts from this blog

Slimmingdown Windows 7 (Short Guides) Part.2

Terminator: The Sarah Connor Chronicles (TV Series)

Terminator: The Sarah Connor Chronicles Season 1 (2008)