Posts

Showing posts with the label Ekonomi 2026

BusinessTalk KOMPASTV - Perang Iran Bereskalasi, Ketahanan Ekonomi Ri Diuji?

Image
BusinessTalk KOMPASTV - BusinessTalk KOMPASTV - Perang Iran Bereskalasi, Ketahanan Ekonomi Ri Diuji? BismillahirRahmanirRahim Image Generated by Nano Banana 2 - Pembuat gambar & editor foto Ai (Gemini) Google Images generated by Ai may be inaccurate, misleading, or offensive. Masuk pekan kedua, eskalasi perang di Timur Tengah kian membara. Baku serang antara pasukan Amerika Serikat dan Israel melawan Garda Revolusi Iran meluas hingga ke negara-negara Arab Teluk, meskipun hingga kini belum ada pihak yang secara resmi mendeklarasikan perang. Jika tidak segera dihentikan, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi menyeret dunia ke dalam krisis global. Di tengah masa penuh ketidakpastian ini, ketahanan ekonomi nasional menjadi semakin relevan. Salah satunya terkait ketersediaan stok BBM nasional yang diperkirakan hanya mencukupi sekitar 25 hari. Kondisi ini harus dihadapkan de...

BusinessTalk KOMPASTV - Timur Tengah Membara, Krisis Global di Depan Mata?

Image
BusinessTalk KOMPASTV - BusinessTalk KOMPASTV - Timur Tengah Membara, Krisis Global di Depan Mata? BismillahirRahmanirRahim Bara Timur Tengah kembali menyala. Pemicunya adalah aksi sepihak Amerika Serikat dan Israel yang menyerang berbagai objek vital di wilayah kedaulatan Iran. Dalihnya, negosiasi nuklir yang mandek dan tak menemui titik temu. Kematian Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat teras Iran langsung mengeskalasi konflik menjadi perang kolateral. Mengandalkan serangan berbagai jenis rudal, misil balistik, dan drone, Garda Revolusi Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk. Sekalipun Ali Khamenei gugur, sejauh ini belum ada tanda-tanda perang mereda. Aksi saling balas masih berlangsung intens, dengan korban di kedua belah pihak mulai berjatuhan. Konflik juga berpotensi meluas karena serangan balasan Iran direspons keras oleh sejumlah negara Teluk dan tiga keku...

BusinessTalk KOMPASTV - Tarif Trump Dibatalkan MA, Ri Nego Ulang atau Batalkan?

Image
BusinessTalk KOMPASTV - BusinessTalk KOMPASTV - Tarif Trump Dibatalkan MA, Ri Nego Ulang atau Batalkan? BismillahirRahmanirRahim Drama tarif Presiden Donald Trump tampaknya belum akan berakhir. Hanya selang sehari setelah perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat diteken, terjadi perubahan signifikan. Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal tersebut karena Presiden Trump dinilai tidak memiliki kewenangan menggunakan Undang-Undang Ekonomi Darurat Internasional. Dengan perkembangan terbaru ini, muncul pertanyaan lanjutan. Apa langkah pemerintah selanjutnya? Apakah tetap melanjutkan kesepakatan, menjadikannya ruang negosiasi ulang, atau membatalkannya? Simak diskusi selengkapnya dalam #BusinessTalk "TARiF TRUMP DiBATALKAN MA, Ri nEGO ULANG ATAU BATALKAN?" Selasa, 24 Februari 2026 (7 Ramadhan 1447 Hijriyah) pukul 22.00 WiB hanya di KompasTV! Watch Streamed at @KOMPASTV Official. ...

BusinessTalk KOMPASTV - Baru Dilantik Purbaya, Pejabat Bea Cukai Terjerat OTT KPK

Image
BusinessTalk KOMPASTV - BusinessTalk KOMPASTV - Baru Dilantik Purbaya, Pejabat Bea Cukai Terjerat OTT KPK BismillahirRahmanirRahim Lebih dari 70 persen pendapatan negara ditopang oleh sektor pajak dan Bea Cukai. Lalu, apa jadinya jika praktik perpajakan dan kepabeanan masih diwarnai korupsi? Simak pembahasannya dalam #BusinessTalk Episode "BARU DiLANTiK PURBAYA, PEJABAT BEA CUKAi TERJERAT OTT KPK" Edisi Selasa, 10 Februari 2026 (23 Sya'ban 1447 Hijriyah) pukul 22.00 WiB hanya di KompasTV! Bersama Host Yan Rahman dan Narasumber: Ichsanuddin Noorsy (Aanalis Ekonomi Politik) Lakso Anindito (Ketua iM57+ Institute Institute) Redma Gita (Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia) Yusuf Hakim Gumilang (Tenaga Ahli Utama KSP) Watch Streamed at @KOMPASTV Official. Courtesy: KOMPASTV © 2025 #BusinessTalk #KompasTV #Bu...

Perkembangan iHSG setelah Anjlok akhir Januari 2026

Image
Perkembangan iHSG terbaru setelah Anjlok akhir Januari 2026 BismillahirRahmanirRahim Google Ai (Mode) Overview - Setelah mengalami guncangan hebat pada akhir Januari 2026, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (iHSG) pada awal Februari 2026 masih menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan tren pelemahan lanjutan . Berikut adalah perkembangan terbaru iHSG hingga minggu pertama Februari 2026: Posisi Penutupan Terakhir: iHSG ditutup melemah sebesar 2,08% ke level 7.935,26 pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Dalam sepekan (2–6 Februari), indeks tercatat merosot hingga 4,73% dari posisi akhir pekan sebelumnya di level 8.329,6. Penyebab Utama Pelemahan: Sentimen Moody's: Lembaga pemeringkat Moody's baru saja menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif , meskipun tetap mempertahankan peringkat pada level Baa2. Efek MSCi & Transparansi: Tekanan jual ma...

BusinessTalk KOMPASTV - Bos BEi-OJK Mundur, Saatnya Reformasi Pasar Modal?

Image
BusinessTalk KOMPASTV - BusinessTalk KOMPASTV - Bos BEi-OJK Mundur, Saatnya Reformasi Pasar Modal? BismillahirRahmanirRahim KOMPAS.TV - Guncangan menghantam ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (iHSG) yang sempat melesat tinggi, rontok usai Morgan Stanley Capital International (MSCi) memberikan peringatan keras terkait isu kepemilikan saham dan transparansi perdagangan di pasar modal Indonesia. Anjloknya iHSG diikuti dua kali penghentian sementara aktivitas pasar modal (trading halt) dan berujung pada pengunduran diri lima pejabat Bursa Efek Indonesia (BEi) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kelima pejabat tersebut mundur secara serempak dalam satu hari, sejak Jumat pagi hingga petang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengunduran diri Direktur Utama BEi, Iman Rachman, sebagai bentuk tanggung jawab karena dinilai mengabaikan peringatan MSCi sebelumnya. Sejalan dengan MSCi, Purbaya juga menyoroti ma...

BusinessTalk KOMPASTV - Lagi, Pegawai Pajak Main-Main Pengurangan Pajak

Image
BusinessTalk KOMPASTV - BusinessTalk KOMPASTV - Lagi, Pegawai Pajak Main-Main Pengurangan Pajak BismillahirRahmanirRahim sumber : https://youtu.be/3oeQWSOvy80 KOMPAS.TV - Lagi dan lagi, pegawai pajak terlibat praktik pengurangan pajak. Pada 10 Januari lalu, delapan orang terjaring operasi tangkap tangan KPK di berbagai lokasi. Lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti yang diamankan antara lain uang tunai sebesar Rp793 juta, 165 ribu dolar Singapura, serta 1,3 kilogram logam mulia. Merespons kembali terjeratnya pegawai pajak dalam operasi tangkap tangan KPK, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan memberikan sanksi berupa mutasi dan kocok ulang. Jika kasus korupsi pajak terus mengancam, apa komitmen pemerintah untuk mengamankan penerimaan negara? Bagaimana upaya bersih-bersih di sektor perpajakan? Simak pembahasan selengkapnya dalam #BusinessTalkKompasTV Edisi Selasa, 20 Jan...