Perkembangan iHSG setelah Anjlok akhir Januari 2026
BismillahirRahmanirRahim
Google Ai (Mode) Overview - Setelah mengalami guncangan hebat pada akhir Januari 2026, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (iHSG) pada awal Februari 2026 masih menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan tren pelemahan lanjutan.
Berikut adalah perkembangan terbaru iHSG hingga minggu pertama Februari 2026:
Sebagai langkah darurat untuk memulihkan kepercayaan investor asing dan domestik, duet kepemimpinan baru—Friderica Widyasari Dewi (Plt Ketua OJK) dan Jeffrey Hendrik (Pjs Dirut BEi)—telah menyusun 8 Agenda Reformasi Pasar Modal.
Berikut adalah poin-poin utama dari agenda tersebut:
Berikut adalah ringkasan pergerakan dana asing per 8 Februari 2026:
Analisis Reaksi Pasar
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Google Ai (Mode) Overview - Setelah mengalami guncangan hebat pada akhir Januari 2026, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (iHSG) pada awal Februari 2026 masih menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan tren pelemahan lanjutan.
Berikut adalah perkembangan terbaru iHSG hingga minggu pertama Februari 2026:
- Posisi Penutupan Terakhir: iHSG ditutup melemah sebesar 2,08% ke level 7.935,26 pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Dalam sepekan (2–6 Februari), indeks tercatat merosot hingga 4,73% dari posisi akhir pekan sebelumnya di level 8.329,6.
- Penyebab Utama Pelemahan:
- Sentimen Moody's: Lembaga pemeringkat Moody's baru saja menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun tetap mempertahankan peringkat pada level Baa2.
- Efek MSCi & Transparansi: Tekanan jual masih berlanjut akibat kekhawatiran terkait pengumuman MSCi yang membekukan perubahan indeks saham Indonesia karena masalah transparansi dan struktur kepemilikan.
- Ketidakpastian Global: Faktor eksternal seperti naiknya inflasi produsen (PPi) di Amerika Serikat dan penunjukan kandidat Ketua Federal Reserve yang baru memicu sentimen penghindaran risiko (risk-off) secara global.
- Aksi Otoritas: Menyusul pengunduran diri sejumlah petinggi BEi dan OJK pada akhir Januari, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap fundamental ekonomi nasional dan berharap respon cepat bursa dapat menstabilkan pasar.
- Sektor Terdalam: Penurunan pada pekan ini dipimpin oleh sektor energi, finansial, dan properti. Meskipun begitu, sempat terjadi rebound singkat pada awal pekan berkat sektor transportasi dan barang baku.
Sebagai langkah darurat untuk memulihkan kepercayaan investor asing dan domestik, duet kepemimpinan baru—Friderica Widyasari Dewi (Plt Ketua OJK) dan Jeffrey Hendrik (Pjs Dirut BEi)—telah menyusun 8 Agenda Reformasi Pasar Modal.
Berikut adalah poin-poin utama dari agenda tersebut:
- Audit Transparansi Free Float
Melakukan audit menyeluruh terhadap data saham publik (free float) pada seluruh emiten di BEi. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi manipulasi data kepemilikan yang menjadi pemicu utama sanksi dari MSCi. - Pengetatan Aturan "Grup Terafiliasi"
Menyusun aturan baru yang lebih ketat mengenai batasan kepemilikan saham oleh pihak terafiliasi. Tujuannya agar saham yang benar-benar beredar di publik tidak terkonsentrasi pada segelintir pengendali. - Reformasi Papan Pemantauan Khusus (PPK)
Mengevaluasi mekanisme Full Periodic Call Auction (FCA) yang selama ini dikeluhkan pelaku pasar karena dianggap kurang transparan dan sering kali memperburuk volatilitas harga saham. - Perlindungan Investor Ritel
Memperkuat fungsi Dana Perlindungan Pemodal (DPP) dan mempercepat proses hukum terhadap kasus-kasus manipulasi pasar yang merugikan investor kecil. - Digitalisasi Pengawasan (Market Surveillance)
Meningkatkan teknologi kecerdasan buatan (Ai) untuk mendeteksi pola transaksi mencurigakan secara real-time, sehingga tindakan suspensi saham dapat dilakukan lebih objektif dan terukur. - Harmonisasi Standar Internasional
Menyelaraskan regulasi bursa dengan standar global (seperti standar dari World Federation of Exchanges) untuk mempermudah masuknya kembali indeks global seperti MSCi dan FTSE ke pasar indonesia. - Penguatan Independensi Komite Indeks
Merombak struktur Komite Indeks agar lebih independen dan melibatkan tenaga ahli profesional dari luar OJK/BEi guna menghindari konflik kepentingan dalam pemilihan saham unggulan. - Peningkatan Literasi dan Edukasi Krisis
Melakukan kampanye masif untuk menenangkan pasar dan memberikan edukasi mengenai cara menghadapi volatilitas tinggi, guna mencegah panic selling di masa depan.
“
Meskipun iHSG ditutup melemah pada pekan pertama Februari 2026, terdapat sinyal positif berupa kembalinya aliran dana asing ke bursa domestik tepat setelah 8 Agenda Reformasi dicanangkan. Investor asing mulai melakukan akumulasi bertahap (serok) di tengah harga saham yang terkoreksi tajam. Catatan Penting: Reformasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi investor asing yang saat ini masih dalam posisi wait and see.
Berikut adalah ringkasan pergerakan dana asing per 8 Februari 2026:
- Aksi Beli Bersih (Net Buy): Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp944,31 miliar sepanjang pekan 2–6 Februari 2026.
- Akumulasi di Tengah Koreksi: Pada perdagangan Jumat (6/2), saat iHSG ambruk lebih dari 2%, asing justru mencatatkan beli bersih sebesar Rp440,7 miliar di sesi I.
- Saham Pilihan Asing (Top Net Buy):
- Bank Mandiri (BMRi): Menjadi target utama dengan net buy mencapai Rp274,2 miliar.
- Telkom (TLKM): Mencatatkan beli bersih Rp118,3 miliar.
- Aneka Tambang (ANTM): Diborong senilai Rp105,6 miliar.
- Lainnya: Saham grup Bakrie seperti BUMi dan BRMS juga masuk dalam daftar 10 besar belanja asing.
- Aksi Jual Bersih (Net Sell): Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell sebesar Rp74,9 miliar.
Analisis Reaksi Pasar
- Sentimen Reversal: Kembalinya asing untuk melakukan net buy pertama kalinya sejak 19 Januari 2026 dianggap sebagai sinyal awal pembalikan arah (reversal).
- Efek Reformasi: Analis menilai 8 Agenda Reformasi OJK/BEi mulai memberikan kepastian bagi pemegang dana besar (institusi asing) meskipun pasar secara teknikal masih tertekan oleh penurunan outlook dari Moody's.
- Kewaspadaan: Meskipun ada akumulasi, investor diingatkan untuk tetap waspada karena secara year-to-date (YTD) 2026, total dana asing yang keluar masih mencapai Rp11,02 triliun.
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Related Articles
- BusinessTalk KOMPASTV - Bos BEi-OJK Mundur, Saatnya Reformasi Pasar Modal?
- TopIssue METROTV - Bersih-Bersih Bursa, Saham Gorengan Ditindak?
- BreakingNews KOMPASTV - 4 Pimpinan OJK (Ketua dan Pejabat) Mundur usai iHSG Anjlok Januari 2026
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy

Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...